Sawahlunto is a small city in west Sumatra. Everytime I remember bout that city I feel like my life running for nothing. Btw I cant speak english well like my friends, but I want to try. Even my grammar so mess but I hope there someone can understand what I write in here. hahaha,, I am shameless person, huh?
I born in Sawahlunto, in my 1st post I promised would told you bout my life and that begun in this city. I lived in this city for 6th years, until 1st grade in elementary school. I forgot what name of that school but I remember I always got complaint from my teacher. She always felt angry to me. She never talked slowly to me, always with high tone sound. I can clearly remember she grabbed my hair and that make my head hurt for all day long. But sure I was not cried. I didn't know what I thought that time. Maybe I was a strong kid. hahaha
And at that time my dad was work in another island. Kalimantan. After I finished my 1st grade with many sorrow my dad brought us ( my mom and my borther and me) to his new workplace. You know what I never know about this world not just my world before. I always thought Sawahlunto is one and only place you could live in there. So naive little me. hahaha.
I was didn't say goodbye to my friend. Because I thought I would go to other planet. hahahahha,,
if you want to know bout Sawahlunto you van look in here: http://www.sawahluntokota.go.id/
Ba Ba So Lu Hur
Jumat, 21 September 2012
Rabu, 05 September 2012
1ST YOU MUST KNOW WHO I AM
Biar kata judul pake bahasa orang yang berada di belahan bumi sana. Aku tetaplah orang INDONESIA tulen, asli, murni dan harum mewangi,, hahaha,, udah kayak bunga aja lama-lama. Mari kita mulai dengan awal mula kelahiran saya, eits.. tunggu dulu saodara. Jangan pikir ini semata tulisan narsis belaka. BUKAN. Ini cerita bagaimana saya bisa berada di kota panas sumuk dan gerah ini.
Dahulu kala, ketika bulan di namai Juni oleh orang Barat, dan tahunpun terhitung tahun 1988. Pada pagi hari saya terlahir di dunia ini. Di sambut oleh hangatnya sang surya yang merangkak naik menembus pekatnya malam di ufuk timur. Saya menjerit sekuat tenaga karena mungkin saat itu saya belum siap mental menghadapi dunia ini. Namun toh udah waktunya saya keluar demi membuat wanita yang mengandung saya bahagia melihat anak pertamanya.
Mungkin juga karena orangtua saya sangat muda dan polos saat itu. Mereka mencoba mensisipkan salah satu dari nama mereka dan menggabungkannya dengan peristiwa saya lahir yaitu surya. Yang lebih hebatnya lagi. Ternyata surya itu tidak cuma mewakili matahari terbit dimana itulah waktu saya lahir, melainkan karena Ayahanda sangat menyukai rokok surya. Oh nasib. Seandainya saja waktu itu ayah merokok Malboro atau Dji Sam Soe bisa malu seumur hidup saya dengan nama saya. hahahaha
Untuk tahap ini sekian dulu cerita saya, karena ternyata keyboard saya keras saodara. Jari saya berasa kaku banget neh. Besok saya akan lanjutkan dengan cerita kota pertama. hehehe
Dahulu kala, ketika bulan di namai Juni oleh orang Barat, dan tahunpun terhitung tahun 1988. Pada pagi hari saya terlahir di dunia ini. Di sambut oleh hangatnya sang surya yang merangkak naik menembus pekatnya malam di ufuk timur. Saya menjerit sekuat tenaga karena mungkin saat itu saya belum siap mental menghadapi dunia ini. Namun toh udah waktunya saya keluar demi membuat wanita yang mengandung saya bahagia melihat anak pertamanya.
Mungkin juga karena orangtua saya sangat muda dan polos saat itu. Mereka mencoba mensisipkan salah satu dari nama mereka dan menggabungkannya dengan peristiwa saya lahir yaitu surya. Yang lebih hebatnya lagi. Ternyata surya itu tidak cuma mewakili matahari terbit dimana itulah waktu saya lahir, melainkan karena Ayahanda sangat menyukai rokok surya. Oh nasib. Seandainya saja waktu itu ayah merokok Malboro atau Dji Sam Soe bisa malu seumur hidup saya dengan nama saya. hahahaha
Untuk tahap ini sekian dulu cerita saya, karena ternyata keyboard saya keras saodara. Jari saya berasa kaku banget neh. Besok saya akan lanjutkan dengan cerita kota pertama. hehehe
Langganan:
Postingan (Atom)